Ada rasa haru sekaligus bangga yang menyelimuti SMP Sahabatqu saat untuk pertama kalinya ikut serta dalam ajang FLS3N tingkat kabupaten. Dalam debut perdananya di cabang lomba pantomim, SMP Sahabatqu berhasil meraih Juara Harapan 1 pada kompetisi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten.
Meski baru pertama kali terjun, para siswa tampil dengan keberanian yang patut diapresiasi. Pantomim bukan sekadar seni gerak tanpa kata, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan emosi, cerita, dan pesan hanya melalui ekspresi dan bahasa tubuh. Tantangan itulah yang dihadapi tim SMP Sahabatqu dengan penuh kesungguhan.
Di balik penampilan yang memukau tersebut, ada peran penting dari pembimbing. Tim pantomim SMP Sahabatqu dibimbing langsung oleh Ustadzah Evata, guru SMP Sahabatqu, yang dengan sabar mendampingi setiap proses latihan. Mulai dari penguatan karakter tokoh, pengolahan ekspresi, hingga detail gerakan kecil yang sering luput dari perhatian, semuanya dilatih dengan telaten.
Persiapan dilakukan dalam waktu yang tidak panjang, namun diisi dengan latihan yang intens dan penuh semangat. Dari menyusun konsep cerita, mengasah ekspresi, hingga membangun kekompakan di atas panggung—semuanya dilalui dengan proses belajar yang tidak sederhana.
Saat hari perlombaan tiba, rasa gugup tentu sempat hadir. Namun begitu tampil di atas panggung, para peserta mampu menunjukkan totalitasnya. Gerakan yang terjaga, ekspresi yang hidup, serta alur cerita yang tersampaikan dengan baik membuat penampilan mereka mendapat apresiasi dari para juri.
Hasil Juara Harapan 1 ini menjadi pencapaian yang sangat berarti. Bukan hanya tentang posisi, tetapi tentang keberanian untuk mencoba hal baru dan kesungguhan dalam menjalani prosesnya. Untuk sebuah langkah pertama, ini adalah awal yang sangat menjanjikan.
Ke depan, pengalaman ini diharapkan menjadi pijakan untuk terus berkembang. SMP Sahabatqu telah membuktikan bahwa dengan keberanian mencoba dan kemauan belajar, peluang untuk berprestasi akan selalu terbuka.